Johanes menambahkan, sebelum adiknya dibantai pelaku, kebutuhan sehari-hari pelalu ditanggung korban. Mulai dari makanan, pakaian, hingga obat-obatan ketika pelaku sakit di kebun.
Terduga pelaku sendiri merupakan pendatang yang tiba-tiba muncul di kebun korban. Korban yang kasihan lantas menampungnya.
“Padahal pelaku itu korban juga kase baju, terus kalau dia sakit dong rawat kase obat dia. Waktu itu pelaku juga sempat beraktivitas di Desa Falila. Jadi kalau dia keluar ke kampung Falila itu dia punya parang tidak pernah lepas, terus mata juga liar sekali dan takut CCTV. Jadi kalau dapa CCTV dia menghindar,” jelas Johanes.
“Jadi kami berharap di bapak polisi supaya pelaku cepat ditangkap,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.