Sementara Kapolresta juga bercerita mengenai inovasi SiMantap yang digagasnya. Dia melihat bahwa Indonesia bagian timur secara teknologi informasi cenderung tidak lebih modern dibanding yang ada di Pulau Jawa.

Meski demikian, dia tetap berusaha memberikan kemudahan pelayanan untuk warga. Melalui SiMantap, warga bisa lebih mudah menerima pelayanan, seperti mengurus SKCK secara daring.

“Kemudian di situ juga juga kita membuat ruang publik untuk suara suara masyarakat yang perlu kita perhatikan. Termasuk adanya informasi kerawanan-kerawanan ya bisa di situ, dan kita ada operatornya. Sehingga kita bisa memonitor kejadian-kejadian di wilayah,” bebernya.

Ia merasa bisa melayani masyarakat dengan lebih cepat karena adanya SiMantap. Sebab, warga tak perlu lagi datang ke kantor polisi untuk mengisi formulir dan lain sebagainya.

Cukup dari rumah, warga bisa registrasi pelayanan. Setelah itu, warga bisa registrasi ulang dan tinggal dicetak. Sehingga tak membutuhkan waktu yang lama di kantor polisi.

“Kebetulan ada ruang SPKT, kita jadikan website itu untuk mempermudah masyarakat untuk dilayani gitu. Jadi nggak perlu antre panjang, masyarakat langsung melaporkan sudah registrasi secara online, tinggal print aja sudah, mempermudah kami juga, mempercepat juga pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

SiMantap sudah ada dari setahun lalu, sejak Yury menjabat menjadi Kapolresta Tidore. Menurutnya, banyak warga mengurus SKCK dan pelaporan pengaduan melalui aplikasi tersebut.

“Bisa saya monitor juga di website itu berapa masyarakat yang terlayani. Program ini rupanya disambut baik oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Yury juga membuat inovasi Japri Kapolresta. Dia menyebarkan nomornya beserta PJU Polres hingga Bhabinkamtibmas kepada warga. Sehingga apabila terjadi sesuatu, bisa langsung menghubungi nomor tersebut.

“Di mana-mana saya melaksanakan sosialisasi ke masyarakat, kemudian di kantor-kantor polisi itu nomor Kapolres, nomor Wakapolres, nomor Kasat Serse, Kasi Propam, para kapolsek, Bhabinkamtibmas, wajib nomor kami itu disebarkan ke masyarakat,” sebutnya.

“Jadi kalau ada apa-apa, mereka bisa langsung secara pribadi bisa berhubungan dengan saya. Lain kan kalau datang ke kantor, dengan memberikan informasi langsung ke pimpinan kan biasanya lebih seneng, langsung sama polisinya,” tandas Yury.