Ia memaparkan, menjaga kemurnian Alquran bagi Allah adalah sesuatu yang gampang. Namun sebagi orang yang beriman yang dianugerahi akal dan tanggung jawab, maka manusia mempunyai kewajiban tidak hanya dapat membaca Alquran, tetapi juga dapat menghafalnya.

“Dengan menghafal ayat-ayat suci Alquran, sesungguhnya kemurnian Alquran akan tetap terjaga dari tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” terangnya.

Untuk itu, sambung Ikram, ke depan sudah saatnya kita menghadirkan tafhizul Quran sebagai media atau lembaga yang dapat menelorkan hafidz dan hafidzah.

“Untuk itu penting bagi masyarakat agar menghidupkan kembali TPQ serta madrasah yang ada di tiap kecamatan ini,” harapnya.

Ia juga menambahkan, kepada muratil dan muratilah, qari qariah, hafidz dan hafidzah agar selalu percaya diri dalam mengikuti lomba agar memperoleh hasil yang memuaskan. Selain itu  kepada dewan hakim agar selalu berlandaskan pada penilaian objektif dan jujur. Sebab penilaian yang diputuskan itu tidak hanya dipertanggungjawabkan di hadapan peserta, tetapi akan dipertanggungjawabkan juga di hadapan Allah SWT.

“Ucapan terima kasih kepada pemuda serta panitia dan pihak keamanan yang telah membantu menyukseskan pelaksanaan MTQ ini,” tandas Ikram.

Sekadar diketahui, cabang yang dilombakan dalam MTQ ini adalah cabang tartil Quran golongan putra dan putri, cabang tilawatil Quran golongan anak-anak putra dan putri, serta remaja dan dewasa, cabang hifdzil Alquran yang terdiri dari golongan 1 juz tilawah putra-putri, golongan 5 juz tilawah putra-putri, golongan 10 juz tilawah putra-putri, golongan 20 juz tilawah putra-putri, golongan 30 juz tilawah putra-putri, cabang syahril Alquran putra-putri, cabang fahmil Alquran putra-putri.