Puasa juga merupakan hubungan ruhani antara mahkluk dengan khalik-Nya, orang yang sedang mengerjakan puasa dengan khusyu tidak akan merasa sendirian. Puasa bertujuan agar manusia selalu dekat dengan Allah SWT, sehingga mendorong manusia untuk berusaha dan tidak tergelincir serta terperosok kepada gelisah, bersalah, dan tidak tenang. Adapun kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala jiwa seperti cemas, adanya konfllik, sehingga timbul rasa gelisah dan frustasi. Oleh karena itu, hubungan ibadah puasa dengan kesehatan mental sangat erat, karena ibadah puasa mampu menyehatkan mental sesorang.

C. Puasa dan Kesehatan Fisik

Bulan Ramadan adalah bulan yang paling ditunggu oleh umat muslim di berbagai belahan dunia. Pada bulan suci ini, umat muslim menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, tidak makan dan minum mulai dari waktu ibadah Subuh hingga Magrib. Jika dilakukan dengan benar ada beragam manfaat berpuasa yang bisa dipetik, termasuk bagi kesehatan fisik sekaligus mental seseorang. Berpuasa telah terbukti bisa membantu menurunkan berat badan hingga memelihara kesehatan mental. Selain itu, apa saja sih manfaat puasa di bulan suci Ramadan?

1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Manfaat puasa membantu mengontrol kadar gula darah. Beberapa studi menyebutkan, berpuasa dapat membantu mengendalikan faal tubuh seprti mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil. Manfaat ini tentu sangat penting bagi penderita dibetikum.

Dalam studi yang dipublikasi oleh The Journal of Nutrition, peneliti menyimpulkan berpuasa secara berselang-seling akan membantu mengontrol kadar insulin, dibandingkan orang yang menjalani diet rendah kalori. Studi lain yang diterbitkan oleh World Journal of Diabetes mengamati 10 orang dengan diabetes mellitus tipe 2. Para peneliti menyebutkan bahwa menjalani ibadah puasa dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Selain itu, manfaat puasa Ramadan juga dapat menurunkan resistensi insulin, sehingga sensitivitas tubuh terhadap insulin meningkat. Perjalanan glukosa dari jaringan peredaran darah menuju ke sel-sel tubuh juga semakin efisien. Namun demikian, bagi penyandang diabetes yang mengonsumsi obat atau insulin tetap, disarankan agar sebelum berpuasa, harus berkonsultasi dengan dokter, agar penurunan kadar gula darah tidak terjadi secara drastis yang justru dapat membahayakan dirinya.

2. Menurunkan Berat Badan

Banyak orang yang sedang menjalani program diet memilih “jalan pintas” dengan berpuasa untuk menurunkan berat badan secara bertahap, pelan tapi pasti. Secara konseptual atau teori, menyebutkan tidak makan dan minum memang dapat menurunkan asupan kalori ke dalam tubuh, sehingga terjadi penurunan berat badan. The American Journal of Clinical Nutrition Menyebutkan beberapa hasil penelitian, bahwa berpuasa dapat meningkatkan metabolisme melalui peningkatan kadar norepinefrin di dalam tubuh sehingga terjadi penurunan berat badan. Bahkan, dalam salah satu review yang dipublikasikan jurnal Nutrition, manfaat puasa sehari penuh dapat menurunkan berat badan hingga 9 persen.

Massa lemak tubuh juga menurun secara signifikan setelah menjalaninya selama 12-24 minggu. Akan tetapi, penurunan berat badan dapat berlangsung stabil apabila kitadapat mengendalikannya dengan memperhatikan menu makanan sahur dan berbuka puasa.

3. Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Darah

Berdasarkan studi yang dipublikasikan Jurnal Obesity, puasa selama delapan minggu dapat menurunkan kadar LDL (kolesterol “jahat”) hingga 25 persen dan kadar trigliserida hingga 32 persen. Sementara satu studi yang dilakukan pada 4.629 orang dan dilansir dari American Journal of Cardiology, menyebutkan bahwa berpuasa dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

4. Melawan Peradangan

Peradangan akut merupakan proses kekebalan normal yang terjadi pada tubuh untuk membantu melawan infeksi. Namun, peradangan kronis bisa menimbulkan konsekuensi serius untuk kesehatan. Hasil Penelitian menunjukkan, peradangan mungkin terlibat pada perkembangan kondisi yang kronis, misalnya kanker, penyakit jantung, serta rheumatoid arthritis. Beberapa penelitian menemukan bahwa berpuasa dapat membantu menurunkan level peradangan sekaligus membantu memperbaiki tingkat kesehatan. Selanjutnya dalam hasil penelitiannya disebutkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan terhadap 50 orang dewasa sehat menunjukkan, satu bulan berpuasa intermiten secara signifikan menekan tingkat penanda peradangan.

5. Meningkatkan Produksi Hormon Baik

Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa berpuasa secara alami bisa meningkatkan kadar hormon pertumbuhan (human growth hormone/HGH). Sebuah studi yang mengamati 11 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa berpuasa selama 24 jam secara signifikan meningkatkan kadar HGH. Sementara itu, penelitian lainnya yang mengamati sembilan pria menemukan bahwa berpuasa selama dua hari dapat meningkatkan hingga lima kali lipat produksi HGH. Puasa juga bisa membantu mempertahankan kadar gula di dalam darah serta hormon insulin yang lebih stabil sepanjang hari.

6. Membentuk Pola Makan Teratur

Dengan menjalani ibadah puasa, kita akan terbiasa untuk mengikuti pola makan yang teratur dan membentuk pola makan baik untuk kesehatan. Berpuasa memang terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. (*)