Oleh: Arsad Suni, M.Kep
_______
A. Hikmah Puasa dalam Segi Kehidupan
Sedemikian penting dan baiknya hikmah puasa dalam berbagai segi kehidupan manusia, tentunya setiap orang ingin melaksanakannya, meraih manfaat dan keuntungan bagi dirinya, terutama manfaat rohaniah-kejiwaan yang didambakan oleh setiap orang.
Berikut Hikmah puasa dalam segi kehidupan, antara lain:
1. Puasa Mengantarkan Sikap Hidup dalam Ketakwaan
Orang yang bertakwa sebagai buah dari ketaatan dan kepatuhan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya akan selalu berkata benar dan menyejukkan, bertindak jujur dan adil, dermawan, memenuhi janji, tidak mendendam, berkasih sayang, dan sebagainya. Berbagai bentuk ahklak mulia itulah indikasi takwa yang bisa terlihat karena hakikat takwa tempatnya tersembunyi, yaitu di dalam hati nurani yang tidak tampak kecuali oleh Allah SWT. Puasa akan bisa mengantar manusia kepada ketakwaan yang lebih baik dari sebelumnya. Puasa melatih manusia ikhlas hati, mawas diri, amanah, jujur, bekerja tanpa pamrih, takut dan malu semata-mata karena merasa berada dalam pengawasan Allah SWT.
Takwa merupakan target yang hendak dicapai dari aktivitas puasa, bukan lapar, haus, atau mengekang seks semata, seperti pada agama-agama lain. Artinya semakin menderita maka nilai puasa semakin baik. Nabi SAW menjelaskan bahwa ada sekian banyak orang yang berpuasa, namun tidak memperoleh hasil dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Hal ini karena dia dalam berpuasa tidak berupaya meningkatkan kadar ketakwaannya.
2. Puasa Membangun Kepercayaan Diri
Secara psikis, doa memiliki pengaruh terhadap rohani. Senjata orang beriman ini menjadikan jiwa tenang dan tabah. Doa memperkuat semangat juang dan mendatangkan optimisme. Dengan doa, manusia memiliki kepercayaan diri hingga tidak minder. Doa adalah terapi psikomatik seperti takut, cemas, ragu-ragu, dan sebagainya. Doa menjadi stabilisator jiwa terutama saat jiwa mengalami goncangan dan tekanan berat seperti stres dan depresi. Anjuran itu semakin bertambah menjelang waktu-waktu yang diduga kuat doa akan mudah dikabulkan, di antaranya waktu antara azan dan iqamah, waktu berpergian, waktu sulit dan terdesak, waktu turun hujan (pertama kali), waktu orang berkecamuk, hari Jumat , hari Arafah, malam hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, Lailatul Qadar, doa orang yang lemah dan tertindas, serta doa saat tengah menjalani ibadah puasa.
3. Mampu Mengurangi Tekanan Jiwa
Problem utama kesehatan jiwa manusia adalah timbulnya berbagai stressor psikososial pada seseorang, seperti ketidakmampuan mengikuti perkembangan zaman, kesenjangan komunikasi, beban kerja yang menumpuk, target yang tidak tercapai, dan persaingan tidak sehat. Akibatnya, banyak orang menderita ketegangan, kecemasan, depresi, tidak puas, kecewa, curiga berlebihan kepada orang lain, dan sebagainya. Tekanan-tekanan psikologis seperti kescewa, tidak bahagia, dan persaingan tidak sehat, berkorelasi tinggi terhadap menurunnya daya tahan tubuh sehingga memudahkan intervensi penyakit yang dapat diketahui dari fisik, tingkah laku, alam perasaan, dan cara berpikir seseorang.
Salah satu hikmah puasa adalah melatih dengan sengaja tidak memenuhi kebutuhan pokok jasmani pada waktu yang biasa. Jika orang berpuasa karena Allah SWT, dengan merenungkan pengalaman tidak terpenuhinya kebutuhan pokok sehari-hari, maka ia akan menemukan suatu pelajaran dan latihan menghadapi kesulitan. Apabila kemampuan menghadapi dorongan dan kebutuhan pokok jasmani berhasil diraih dalam berpuasa selama satu bulan, maka seharusnya secara berangsur-angsur ia dapat melatih diri untuk menghadapi kebutuhan pokok kejiwaan dan sosial yang selama ini tidak dapat diatasinya.
4. Memupuk Solidaritas Sosial
Banyak orang menyerukan solidaritas sosial, namun banyak pula yang hanya sebatas retorika, teori, aksesoris, dan kata-kata, belum pada tahapan aksi dan praktik langsung. Disinilah nilai kelebihan dari puasa yakni dapat memupuk solidaritas sosial.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.