Edi menyatakan, kasus ini akan menyeret lebih dari satu tersangka, namun pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut.

“Pasti lebih dari satu. Tidak mungkin cuman PPK-nya saja,” pungkasnya.

Diketahui, proyek talut Gamlamo tahun 2021 menelan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar dan ditangani perusahaan pemenang lelang CV Bintang Sintesa Utama.