Wasit, ujarnya, mestinya memberikan kartu merah terhadap pemain Persiraja karena melanggar pemain secara brutal.
Malut United sendiri telah melakoni 21 pertandingan dan kerap dirugikan tetapi tak lebay melakukan protes.
“Sejak main pertama lawan PSKC Cimahi di Sleman 10 September 2023 sampai leg 1 perebutan tempat ketiga, MU tak satu kali pun mendapat penalti. Sudah 21 pertandingan tanpa penalti. Kita berulang kali dirugikan tapi tak pernah membangun narasi menyalahkan perangkat pertandingan. Karena kita sadar sepak bola tak melulu soal harus menang,” tegasnya.
Ia menilai Persiraja lebay sekali, di mana tiap home dapat penalti dan mereka menuntut yang sama saat lawan Malut United.
“Mereka marah terhadap keputusan wasit tapi official kita diserang juga,” ujarnya.
Bagi Doni, sikap tegas Komdis akan jadi pelajaran bagi semua tim yang bertindak sebagai tuan rumah untuk tak bermain kasar dan menekan perangkat pertandingan.
Malut United gantian akan menjamu Persiraja pada Sabtu 9 Maret 2024 di Stadion Madya Senayan.
“Kami akan bermain lebih baik dan memanfaatkan pertandingan di kandang untuk merebut tiket promosi,” tandas Doni.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.