“Pascapemilu, hal-hal yang dibutuhkan ialah memastikan semangat pembangunan beserta aktivitas literasi seperti diskusi dan menganalisis tiap persoalan jelang pemilu di tengah masyarakat selalu bergerak,” tegasnya.

Ia menambahkan, pentingnya menganalisis suatu persoalan dan membangun budaya diskusi seperti jelang pemilu. Perihal ini menjadi penekanan Indra yang juga Sekretaris Bidang Pembinaan Mahasiswa DPD KNPI Maluku Utara berdasarkan potret masyarakat Amerika di abad ke-19 yang telah dikemukan pemikir Prancis, Alexis de Tocqueville (1805-1859). Tocqueville menyimpulkan bahwa kemajuan Amerika sulit dikejar karena masyarakatnya cenderung membawa isu-isu publik ke dalam percakapan pribadi (baca: Mencermati Retorika Tahun Politik).

Selain itu, ketika diminta memberikan contoh terkait hal tersebut, ia memaparkan bahwa kebanyakan dari kita tidak asing dengan kalimat “manifestasi dari pemikiran adalah tindakan”. Kalimat tersebut tidaklah dimengerti sebatas kata. Melainkan menangkap makna, sebagaimana tujuan dari menyimak.

Tindak lanjutnya akan membangun peradaban sendiri. Pada konteks ini, bermaksud mambangun pemikiran ke peningkatan taraf hidup masyarakat. Lalu ia mengutip pernyataan HM Anis Matta dalam bukunya Dari Gerakan Ke Negara, kemampuan mengekspresikan diri secara tepat dibangun dari pemahaman yang mendalam tentang diri sendiri.

“Kurang lebihnya, Anis mengurai dalam bukunya, tahapan kerja membangun peradaban sendiri, berpijak pada kemampuan menggunakan bahasa bahasa budaya, termasuk bahasa pemikiran, bahasa diplomasi, bahasa ekonomi dan bahasa militer,” tandas Indra.