Tandaseru — Akademisi Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Indra Abidin, mengatakan tujuan dari pemilu dan pembangunan tidak memiliki perbedaan, yakni meningkatkan kesejateraan masyarakat.

Menurutnya, beragam konsep pembangunan jelang pemilu lalu-lalang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi ide sebagai sumber awal dari suatu konsep.

Hal itu disampaikan Indra ketika diwawancarai tandaseru.com tentang dinamika pascapemilu 2024. Ia mencermati, politik selalu mengundang diskusi. Namun, puncaknya pada 14 Februari 2024, aktivitas menganalisis dan mendiskusikan beragam persoalan di tengah masyarakat cenderung menurun.

“Padahal, membentuk penilaian terhadap perkembangan pembangunan di daerah lebih penting dari sekadar menyusun kekuatan politik jelang pemilu. Kini saatnya mengindentifikasi ide pembangunan dari berbagai kelompok dalam masyarakat di tengah perbedaan,” kata Indra, Kamis (29/2/2024).

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) PW Maluku Utara ini merinci, pembangunan memiliki cakupan yang luas, baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, termasuk pendidikan yang menjadi sangat penting untuk ditingkatkan.

Proses membangun menyentuh seluruh aspek masyarakat dipandang sangatlah penting. Apalagi gerak bangsa sedang terfokus pada keterampilan yang harus dimiliki generasi muda guna menghadapi perkembangan zaman di era globalisasi. Karena itu, hubungan antarbidang tersebut tidak dapat dilepaspisahkan. Misalnya, perbedaan politik mengabaikan tujuan dari pembangunan di bidang pendidikan dan seterusnya.