Maka mari. Mari kita sama-sama obati demokrasi politik kita yang sakit. Sekurang-kurangnya kita dapat meminimalisir sihir “UANG MERAH-MERAH” sebagaimana lagu yang Lilis nyanyikan. Karena, anjloknya harga kopra, cengkeh, kakao, tak mungkin bisa diselesaikan dengan selembar kertas “UANG MERAH-MERAH”. Karena mahalnya harga beras, harga gula, harga tepung, seragam sekolah, biaya obat, setoran listrik, dll, tak akan mungkin diselesaikan dengan selembar kertas “UANG MERAH-MERAH”.
Semua masalah-masalah di atas hanya dapat terpecahkan melalui ide-ide, gagasan-gagasan, serta konsep-konsep. Akhirnya pilihan kita tidak hanya kepada caleg yang bermodal “UANG MERAH-MERAH”, yang meskipun kemampuan otaknya jongkok alias dungu, melainkan harus melihat caleg-caleg yang memiliki kemampuan personality dalam merumuskan, memecahkan permasalahan-permasalahan kerakyatan. Semoga. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.