Dalam daftar PSN itu, wilayah Maba dibangun fasilitas pengolahan dan pemurnian komoditas nikel terintegrasi dengan penambangan, serta kawasan industri dalam rangka pengembangan EV Battery Nasional PT Aneka Tambang Group, PT Industri Baterai Indonesia serta mitranya.

 

Sementara dalam dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku Utara Tahun 2020-2024, Wilayah Buli, Maba memiliki luas pemboran eksplorasi nikel 39.040 hektar dengan cadangan nikel sebanyak 42.763.460 ton.

 

Dikutip dari website resmi Kementerian ESDM RI https://momi.minerba.esdm.go.id/public/ tercatat ada 9 perusahaan tambang yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Kota Maba dan Maba.

 

Sembilan perusahaan itu di antaranya, PT Haltim Mining dengan luas wilayah IUP 122.70 hektar, PT Alngit Raya luas wilayah IUP 137.10 hektar, PT Nusa Karya Arindo luas wilayah IUP 20.763 hektar, PT Sumber Daya Arindo luas wilayah IUP 14.421 hektar, PT Makmur Jaya Lestari luas wilayah IUP 394.10 hektar di Pulau Mabuli, PT Aneka Tambang Tbk luas wilayah IUP 3.648 hektar di Pulau Pakal dan Pulau Gee, PT Priven Lestari luas wilayah IUP 4.953 hektar, PT Sambaki Tambang Sentosa luas wilayah IUP 4.480 hektar, dan PT Anugrah Bukit Besar, luas wilayah IUP 2.111,06 hektar.

 

Selain di kawasan industri Buli, potensi tambang nikel di Halmahera Timur juga tersebar di kecamatan lainnya seperti Kota Maba, Maba Tengah, Wasile, dan Wasile Selatan.

 

Meski menjadi kawasan industri, kondisi infrastruktur umum di pusat Kota Buli masih jauh dari kata memadai.

 

Pantauan tandaseru.com, Jumat (22/12/2023) kondisi ruas jalan utama Kota Buli yang juga menjadi pusat perdagangan di Halmahera Timur ini banyak yang telah berlubang, juga kurangnya saluran drainase dan trotoar untuk pejalan kaki.

 

Bangunan kantor pemerintah, permukiman, dan pertokoan di Kota Buli kebanyakan adalah bangunan tua. Terminal untuk mobil angkutan umum lintas Halmahera pun hanya ditempatkan di suatu lahan kosong yang luasnya tak sampai setengah luas lapangan bola kaki dengan satu bangunan non parmanen untuk ruang tunggu.