“Mereka masuk kategori kemiskinan ekstrem karena mereka tidak memiliki rumah, rumah mereka seperti itu (bivak alam), kemudian makanan mereka juga kan boleh dibilang apa yang ada di alam saja jadi suku KAT masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem,” jelas Ali.
Meski begitu, Ali yang baru dua bulan menjabat kepala Dinas Sosial Halmahera Timur ini pun mengaku bila pihaknya tidak mengantongi data jumlah masyarakat KAT ini.
Menurut Ali, baru di tahun 2024 akan ada program yang menyasar masyarakat KAT yaitu sekolah rimba. Program tersebut dinilai tepat karena persoalan kemiskinan juga disebabkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Ini yang dialami torang punya warga masyarakat KAT yang insya Allah tahun depan (2024) itu ada program sekolah rimba dalam rangka menangani kemiskinan KAT,” timpal dia.
Stunting Banyak di Lingkar Tambang
Dewlin Tjinta (29 tahun) sedari tadi membujuk anaknya Deifa (1,2 tahun) yang terus merengek dalam gendongannya. Bayi perempuan itu menderita stunting karena tumbuh kembangnya tidak seperti bayi pada umumnya.
Saat ditemui tandaseru.com di rumah mertuanya di Desa Sailal, Kecamatan Maba, Dewlin menyebutkan bahwa anaknya ini lahir premature sehingga oleh dokter diminta proses lahirannya secara cesar.
“Dia tidak apa-apa cuma dia kecil saja, adik (Deifa) dia sehat cuma dia kecil saja,” ungkap Dewlin, Kamis (21/12/2023).



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.