Untuk matra laut pasukan atau kesatuan prajurit yang disebut Ngofangare atau tentara itu dipimpin Kapita Ori ma Ahi. Ori artinya penyu dan ahi adalah kulit sehingga pasukan ini menyerupai karakter seekor penyu yang bisa hidup di darat dan di laut dengan tubuh yang kuat dengan kulit yang keras.

Sementara untuk matra darat pasukannya dipimpin oleh seorang Kapita Ahi Besi (ahi artinya kulit dan besi adalah besi yang sangat keras yang hanya bisa berhadapan dengan kekuatan yang sama keras pula. Karakter besi inilah yang menjadi karakter angkatan darat kesultanan yg memiliki kekuatan yang sangat keras sebagaimana besi yang hanya bisa dibentuk jika dipanaskan.

Olehnya itu kedatangan KSAD Jenderal Maruli Simanjutak sendiri menjadi hal baik bagi kesultanan.

“Harapannya dengan gelar ini Bapak KSAD dengan jabatan adat selaku Kapita Ahi Besi Malamo dapat menjadi pemimpin yang besar dengan karakter yang sangat kuat sehinga dapat mangawal dan menjaga bangsa ini. Dan juga bisa menjadi bangsa yang besar dan mulia dan memiliki kedaulatan sebagaimana Sang Pahlawan Penguasa 72 Negeri dan Khalifah Imperium Nusantara Sultan Baabulah yang sangat disegani oleh bangsa Eropa di abad ke 16,” pungkasnya.