Oleh: Hamdi Jailan
Ketua HMI Komisariat FKIP Universitas Pasifik
________
KITA baru saja meninggalkan tahun 2023 dan di bulan Januari mulai menapaki 2024. Sebagaimana yang kita ketahui, pada 2024 selain ditandai oleh adanya ancaman krisis ekonomi daerah yang berdampak pada kemungkinan meningkatnya angka pengangguran, juga akan ditandai oleh kesibukan menghadapi Pemilu 2024. Tidak berlebihan bila kita menamai tahun ini sebagai tahun politik.
Memang kesibukan menuju Pemilu 2024 sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu. Bisa kita saksikan dari euforia para calon wakil rakyat, anggota DPD dan calon presiden, yang telah mengampanyekan dirinya dengan memasang spanduk atau baliho berisi foto terbaiknya dan ajakan memilih di pinggir-pinggir jalan dan tempat strategis, termasuk juga memanfaatkan media massa.
Naluri ikut merasakan nikmatnya kue kekuasaan menghinggapi hampir semua kalangan. Mereka berebut kekuasaan seolah-olah kekuasaan merupakan baju all size yang patut dipakai oleh siapa saja, tidak peduli potongan dan bentuk badannya, atau kemampuannya. Apalagi dalam Pemilu 2024, syarat calon legislatif terpilih tidak lagi berdasarkan nomor urut, melainkan pada suara terbanyak.
Demokrasi yang kita anut saat ini merupakan kehendak zaman. Ketika semua elemen anak bangsa menuntut adanya kebebasan tidak hanya untuk menyampaikan pendapat di depan umum, tetapi juga untuk mengatur seluruh sistem kehidupan berbangsa dan bernegara agar diselenggarakan secara terbuka.
Demokrasi secara bahasa atau secara etimologis yaitu “demokrasi” terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani “demos” yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat, dan “cratein” atau “cratos” yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Jadi secara bahasa demokrasi adalah keadaan negara di mana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan rakyat, kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat, rakyat berkuasa, pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat.
Dengan demikian secara eksplisit demokrasi meniscayakan pengakuan dan penghargaan pada hak-hak rakyat melalui berbagai event seperti melalui pemilihan anggota DPR RI, pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan DPD dan DPRD bahkan sampai pemilihan kepala desa, semakin banyak melibatkan rakyat dalam keputusan politik yang berkaitan dengan kepentingan rakyat adalah mencerminkan telah makin membaiknya pelaksaan demokrasi pada negara bersangkutan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.