Gol dari Ilham Udin Armaiyn membuat laga berakhir dramatis. Malut United yang sempat tertinggal 1-2 berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time.
“Malut United tidak mau lagi bergantung pada gol-gol menit akhir,” ujar Imran yang turut menyoroti evaluasi dalam hal attacking dan defensive set-piece, dua aspek yang menurutnya bisa menentukan hasil laga.
Di samping itu, Malut United juga terus berusaha membuat lini pertahanan semakin solid. Terlebih lagi, lawan terdekat yang akan mereka hadapi adalah Bekasi City.
Bekasi City merupakan tim tersubur ketiga di babak pendahuluan (20 gol). Soal produktivitas, skuad asuhan coach Widyantoro hanya tertinggal dari Semen Padang (25 gol) dan PSBS Biak (23 gol).
“Penyerangan Bekasi City memang cukup tajam. Malut United harus waspada. Hal terpenting yang perlu kami perkuat adalah komunikasi dan saling mengingatkan satu sama lain,” tutur Mohammad Bagus Nirwanto selaku perwakilan pemain dalam sesi jumpa pers.
Selain menaruh fokus pada hal-hal teknis, coach Imran juga berusaha menjaga psikologis para pemain.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.