Ia mengatakan, dengan terakreditasinya tujuh puskesmas ini maka dapat dipastikan semua layanan dasar kesehatan sesuai standar yang ditentukan Kemenkes. Itu artinya orang yang berobat di Puskesmas Kota Jailolo dan Sidangoli sama seperti berobat di Ternate, Jakarta dan tempat-tempat lain yang setingkat pelayanan dasarnya.

“Tentunya menjadi harapan Bupati apa yang telah diimplementasikan ini dan terukur, itu bisa berdampak dan dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan data dan fakta setelah diberlakukan implementasi Halbar Sehat per Februari 2023 terjadi peningkatan kunjungan pasien di fasilitas kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit,” tuturnya.

Sebagai kepala dinas, Novelheins menyatakan pencapaian sesuai standar masing-masing itu tidak mudah. Semua butuh kerja sama, kolaborasi antara kepala puskesmas dan stafnya, TPCB, kepala bidang dan staf yang ada di Dinas Kesehatan, dan semua stakeholders baik di tingkat desa maupun kecamatan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ibu Bupati selaku Duta Orang Tua Hebat, yang men-support sehingga implementasi dari Halbar Sehat ini bisa diwujudkan dan terukur,” tandasnya.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sefnat Radjabaycolle menyampaikan, apa yang disampaikan Kadis Kesehatan merupakan hal konkrit karena akreditasi ini selain agenda nasional juga tertuang dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati yaitu Halbar Sehat.

“Kami mengimplementasikan kegiatan akreditasi dan Halbar Sehat ada dua kolaborasi. Pertama tentang masyarakat penerima manfaat dengan UHC artinya seluruh masyarakat Halbar dapat menerima kesehatan secara gratis. Kedua, di dalam pelayanan gratis juga terdapat mutu pelayanan yang sangat tinggi,” paparnya.