Saat ditanya oleh wartawan perihal insiden di bangku cadangan pada pengujung laga dan banyak pemain Persela yang tergeletak di lapangan, coach Djadjang memberikan keterangan.

“Sejak awal, pertandingan berjalan cukup keras. Insiden tadi terjadi karena ada ofisial kami yang sulit mengontrol emosi. Tapi, untuk pemain Persela yang banyak tergeletak bukan karena pura-pura. Mereka memang cedera,” ujarnya.

Pertanyaan serupa diajukan kepada Imran Nahumarury sebagai pelatih Malut United. Ia menyebut itulah sisi-sisi menarik dari sepak bola.

“Sepak bola itu sejatinya harus dimainkan untuk menghibur penonton. Silakan penonton yang menilai kejadian di lapangan,” ucap Imran.

Bagaimana Imran merespons hasil imbang 0-0 menjamu Persela?

“Secara hasil memang tidak baik buat Malut United. Namun, para pemain menampilkan permainan yang sesuai dengan persiapan dan game plan yang kami lakukan. Apresiasi saya terhadap seluruh pemain.”

Baik Imran maupun Bagus Nirwanto yang hadir di jumpa pers menyebut keberuntungan tidak memihak pada Malut United sehinga harus puas bermain 0-0.