Ia memastikan semua pemain hanya punya satu misi untuk lolos ke Liga 1 musim ini. Full back kanan yang bermain penuh di 11 pertandingan putaran grup ini menambahkan dirinya dan pemain lain saat ini adalah bagian dari sepakbola yang membawa nama Maluku Utara.
Karena itu, ia tak peduli apakah di kubu lawan selama putaran 12 besar ini ada pemain asal Maluku Utara atau tidak.
“Jika ada pemain asal Malut yang bermain di tim lain maka itu lawan kami selama 90 menit di lapangan. Lawan Malut United,” tegasnya.
Hal yang sama disampaikan gelandang bertahan asal Morotai Fingky Pasamba. Jangkar yang musim lalu bermain untuk Borneo FC ini memastikan fokus Malut United hanya untuk berebut tiket Liga 1.
“Kami tak peduli dengan psywar dan tekanan melawan tim manapun. Di hati kami hanya ada Maluku Utara yang akan kami bela dengan semua kemampuan terbaik,” tegasnya.
Tim ini, menurut Fingky, tak sekadar sebuah entitas sepak bola. Di Malut United, perhatian manajemen dan semua dukungan yang diberikan melebihi kebersamaan sebuah keluarga. Ada ikatan yang kuat dan menumbuhkan semangat untuk menolak menyerah.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.