Tandaseru — Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Utara melaksanakan agenda rutin media briefing Torang Pe APBN edisi Desember 2023 di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Kamis (28/12).
Acara dihadiri seluruh perwakilan instansi vertikal Kementerian Keuangan beserta media lokal di Provinsi Maluku Utara. Mengawali pemaparannya, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Utara, Tunas Agung Jiwa Brata, mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia dan kinerja APBN hingga November 2023.
Memasuki bulan November 2023, tekanan dan ketidakpastian pada perekonomian global masih tinggi. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur global masih berada di zona kontraksi namun PMI Indonesia masih ekspansif walaupun lambat diiringi harga komoditas yang masih volatile dipicu oleh kondisi geopolitik dan cuaca. Tingkat inflasi nasional pada bulan November 2023 berada di level 2,86% (yoy), didukung oleh inflasi pangan yang cenderung stabil diiringi dengan neraca perdagangan yang tetap surplus dan aktivitas konsumsi yang masih terjaga meskipun di tengah perlambatan ekonomi global.
Kinerja perekonomian Maluku Utara kuartal III tahun 2023, di mana pertumbuhan ekonomi Maluku Utara masih yang tertinggi secara nasional dengan industri pertambangan dan penggalian tetap tumbuh dan mendominasi.
“Berdasarkan data BPS, laju PDRB pada Kuartal III Tahun 2023 tumbuh kuat sebesar 25,13% (yoy) masih tertinggi secara nasional, dengan laju inflasi November 2023 masih di atas nasional atau tercatat sebesar 3,90% (yoy), komoditas angkutan laut, udara, beras, dan bahan bakar rumah tangga menjadi komoditas utama penyumbang inflasi November secara yoy,” paparnya.
“Dari sisi neraca perdagangan, surplus neraca perdagangan masih terus berlanjut dan berada pada angka USD798,68 juta untuk November 2023 dengan komoditas ekspor penyumbang devisa terbesar masih berupa feronikel. Sementara itu, kinerja sektor keuangan hingga akhir Oktober 2023, berupa total Dana Pihak Ketiga (DPK), tumbuh 14,57% (yoy) sejalan dengan kinerja dunia usaha yang makin membaik sebagaimana tercermin dari tingginya pertumbuhan PDRB kuartal III tahun 2023.
Berikutnya, dari sisi kesejahteraan petani dan nelayan, Nilai Tukar Petani (NTP) tetap
tumbuh di tengah menurunnya kontribusi sektor pertanian pada ekonomi, meskipun Nilai Tukar Nelayan (NTN) sedikit terkontraksi. Pada November 2023, NTP Gabungan Tanpa Perikanan tercatat sebesar 104,78 naik 0,85% (mtm) dengan NTN yang tercatat sebesar 101,47 turun 0,47% (mtm) yang terjadi pada seluruh subsektor (perikanan tangkap dan perikanan budidaya).




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.