Karim sendiri berkecimpung di gerakan kepemudaan berbasis kelurahan seperti LBPI dari tahun 2013 hingga menjadi ketua pemuda selama 8 tahun. Sementara dalam pertarungan DPRD tahun 2019 ia menjadi pemenang ketiga di Hanura dan ikut menyumbangkan satu kursi.
“Inilah saatnya pemuda harus membangun gerakan bersama, terutama untuk LBPI di Kelurahan Indonesiana. Indonesiana belum melahirkan anggota DPRD, dan kali ini mewakili pemuda di masa akhir dilantik menjadi anggota DPRD,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada beberapa poin penting yang perlu ditindaklanjuti di parlemen nanti.
“Dan semoga ini bisa menjadi bagian dari perjuangan kepemudaan, terutama di Indonesiana ke depan. Saya juga bertekad berjuang itu harus teguh dan tidak boleh ragu atas keyakinan karena sukses politik itu sesungguhnya hanya satu kata yakni yakin dan haqqul yakin,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah tetap mencalonkan diri lagi untuk DPRD ke depan, dengan tegas Karim menjawab di sisa masa jabatan ini, dengan hitungan politik tinggal sebulan, ia tetap bertarung kembali dan bertekad tetap mempertahankan kursi Hanura di DPRD.
“Dalam waktu yang singkat kami akan melakukan konsolidasi habis-habisan di setiap simpul-simpul yang sudah kami bentuk. Tujuan sederhana biarkan masyarakat yang menilai, dan membawa aspirasi ke DPRD. Jadi tekad saya adalah tetap bertarung dan berjuang mempertahankan kursi Hanura di DPRD di sisa waktu yang tidak lama lagi memasuki masa pencoblosan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.