Tandaseru — Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga (PRT) Biro Umum Kepegawaian dan Keuangan (BUKK) Universitas Khairun Ternate melakukan kunjungan benchmarking (tolok ukur) terkait manajemen perawatan, pemeliharaan dan pengendalian aset Barang Milik Negara (BMN) berbasis digital di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Jawa Barat.
Ketua Rombongan benchmarking, Masdi Harun, M.Pd, menjelaskan kunjungannya bersama rombongan ke ISBI Bandung mengingat sarana penunjang dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Unkhair diperlukan sistem tata kelola yang dapat mengakomodir semua layanan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada layanan perawatan, pemeliharaan dan pengendalian aset Barang Milik Negara sebagai salah satu unsur penunjang kualitas layanan akademik.
“Pengelolaan layanan aset sudah menggunakan digitalisasi, sehingga dalam mempermudah pelayanan, khususnya di bidang pengendalian dan pemeliharaan aset yang dimanfaatkan oleh civitas akademik terkait dengan kegiatan Tridharma perguruan tinggi yang efektif dan efisien,” ucapnya.
Dari kunjungan benchmarking itu, menurutnya ke depan bisa diterapkan di Unkhair. Selain itu, perlu dilakukan inovasi yang berhubungan dengan era digitalisasi, yang makin ke sini makin mengalami perubahan.
Hal ini sesuai dengan misi rektor Unkhair, selain Sumber Daya Manusia (SDM) Unkhair sudah mumpuni, juga layanan terpadu berbasis digitalisasi, dan mengingat status Unkhair sudah Badan Layanan Umum (BLU), sehingga dibutuhkan kecepatan dan ketepatan pelayanan.
Ia menyebutkan, dari layanan bentuk digitalisasi ini dengan sendirinya akan menciptakan keterbukaan informasi publik, juga dapat diakses oleh stakeholders, masyarakat, dan pihak korporasi dalam mengakses sistem layanan informasi.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.