6. Anak memiliki keinginan yang tinggi untuk diakui

Setiap manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk diakui atas hasil kerja keras, usaha, kompetensi yang telah didedikasikan untuk berbagai kepentingan. Generasi ini memiliki kecenderungan ingin mendapatkan pengakuan berupa reward (pujian, hadiah, atau penghargaan)

7. Anak semakin mahir menggunakan media digital dan teknologi informasi
Anak-anak lebih memilih berkomunikasi di dunia maya dibandingkan berinteraksi langsung. Hal ini menunjukkan bahwa generasi ini memiliki kemampuan publik yang cukup rendah.

C. Remaja dalam Krisis Identitas
Remaja berada pada tahap krisis identitas, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, ingin mencoba hal-hal baru, dan mudah terpengaruh dengan teman sebaya. Menurut Gunarsa (2008), bahwa ada beberapa proses perkembangan yang dilalui remaja dalam menuju kedewasaan, antara lain adalah remaja awal, remaja madya dan remaja akhir. Remaja Awal adalah fase dimana remaja merasa heran terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada dirinya dan dorongan yang menyertai perubahan tersebut. Mereka mulai mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis dan mudah terangsang secara erotis, serta belum mampu mengendalikan “Ego” yang dimiliki.

Remaja Madya, adalah fase di mana remaja memiliki ketergantugan yang tinggi dengan teman sebayanya, ada kecenderungan “Narcistic” yaitu mencintai diri sendiri dengan mencintai teman-teman yang mempunyai sifat-sifat yang sama dengan diri remaja tersebut. Remaja madya umumnya berada dalam situasi kebingungan karena kesulitan dalam mengambil keputusan antara dua pilihan yang berlawanan, seperti antara ramai atau sendirian, optimis atau pesimistis, dan lainnya.

Selanjutnya Remaja Akhir merupakan masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal, yaitu 1) Minat makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelektual, 2) Ego mencari kesempatan untuk bersama dengan orang lain dalam pengalaman-pengalaman baru, 3) Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi, 4) Egosentris (terlalu memusatkan perhatian kepada diri sendiri) diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain, dan 5) Ada pembatas yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum (the public).

D. Kesimpulan
Era digital terjadi sangat cepat dan tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia. Begitu juga pada kehidupan remaja. Dampak positif dan negatif sangat dirasakan oleh remaja dalam menghadapi pengaruh dari era digital. Dampak positif di antaranya mudahnya remaja dalam mengakses berbagai informasi terutama dalam bidang pendidikan, wawasan yang lebih luas, kualitas sumber daya manusia semakin meningkat karena belajar dari teknologi digital, hadirnya toko online yang lebih mempermudah dalam pembelian barang tanpa perlu keluar rumah, meningkatkan harga diri, sarana dalam mengumpulkan dukungan sosial dan sebagai wadah untuk membuka diri dengan dunia luar. Dampak negatif yang terjadi akibat era digital yaitu kurang menikmati proses kehidupan, menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, dapat menyebabkan plagiarisme tulisan orang lain, tidak efektifnya kegiatan yang dilakukan di kemudahan era digital ini, bisa meningkatkan isolasi sosial, meningkatkan depresi dan kecemasan pada remaja dan risiko cyberbullying. (*)