Teknik dan daya rusak tikus tadi tak beda dengan berita bohong. Malah mungkin berita bohong paling kuat “eskalasi” daya rusaknya. Jika tikus “hanya” bisa menggerogoti kita secara fisikal, berita bohong bahkan bisa merusak memori otak kita, karunia Tuhan yang teramat berharga yang kita miliki. Caranya adalah dengan mengisi memori otak ini dengan hal-hal buruk: menyebar kebencian, saling curiga dan hasrat mendendam. Tikus di kisah karib saya tadi, jauh masih lebih “toleran”. Wallahua’lam. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.