Untuk kelas baca-tulis, sambungnya, dikhususkan untuk anak-anak TK sampai SD. Metode mengajar yang ada di ARkids sendiri berbeda dengan yang diajarkan di sekolah. Sebab, mentor-mentor yang dimiliki ARkids dilatih khusus untuk mengajar di kelas baca-tulis yang notabene siswanya masih berusia 4-7 tahun.
“Untuk kelas baca-tulis itu ARkids punya metode sendiri. Kita kenalkan mereka abjad, selanjutnya pengenalan 2 suka kata, tiga suku kata, 4 suku kata, huruf mati akhir, huruf mati tengah. Ada banyak metode yang kita pakai untuk siswa lebih cepat mengenal huruf, membaca dan menulis,” paparnya.
“Kita tidak menggunakan metode ejaan kepada anak-anak untuk bisa cepat membaca, karena metode ini akan menyulitkan anak-anak ketika ketemu kata yang di dalam ada huruf mati ketemu huruf mati,” aku Mirna.
Tempat bejalar ARkids sementara ini menggunakan bangunan TK Negeri Faisayang 1 dan TK Fagawene. Proses belajar di gedung TK Negeri Faisayang 1 dilakukan di Senin-Kamis dari pukul 15.00-16.00 WIT dan Jumat-Sabtu itu dari pukul 09.30-10.30 WIT. Untuk TK Fagawene hanya untuk hari Kamis dari pukul 10.00-11.00 WIT.
“Di TK Fagawene, pihak sekolah hanya izinkan kita pakai satu hari dalam satu minggu. Tapi karena di ARkids itu pertemuannya harus sebanyak 12 kali dalam 1 bulan, maka beberapa anak-anak yang ikut kelas baca-tulis hari Kamis pagi di TK Fagawene, ikut juga di kelas baca-tulis sore di TK Negeri Faisayang 1. Itu permintaan para orang tua anak-anak,” cetusnya.
Ia mengaku, sejumlah orang tua anak-anak didik ARkids berharap agar rumah belajar ARkids difokuskan di satu tempat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.