“Setelah kick-off, ada rasa seperti tak tahu mau berbuat apa bermain bersama pemain-pemain senior,” ujar Pram.
Jebolan Diklat DKI yang telah lama dipantau oleh tim pelatih Malut United itu, bergabung bersama Malut United sepulangnya tim dari Yogyakarta melakoni laga perdana Grup B.
Awalnya, Pram mengaku gugup bertemu pemain-pemain senior seperti Mohammad Bagus Nirwanto, Joko Ribowo, hingga Ilham Udin Armaiyn.
Apa momen yang paling diingat saat menjalani debut bersama Malut United? Pram menjawab tendangan.
“Saya ingat momen saya shooting kaki kiri. Itulah peluang pertama saya, tendangan pertama juga buat Malut. Tapi, sayang bola pelan dan kena kaki pemain lawan. Setelah itu senior-senior membantu agar mental naik lagi. Di Malut United semua harus kerja keras, tak boleh takut,” cerita Pram.
Pram mengaku, penampilannya di laga debut masih jauh dari sempurna. Seperti komunikasi di lapangan yang belum lancar dengan pemain lain. Juga operannya masih kerap gagal tepat sasaran.
“Secara individu, saya masih banyak kekurangan, seperti shooting, passing, scanning melihat kanan dan kiri. Apalagi, posisi saya gelandang, dekat dengan striker. Masih banyak yang harus saya perbaiki,” tutur Pram.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.