Burhan bilang, beruntung jauh hari sebelum kegiatan Rasaikota pihaknya telah mengadakan rapat dengan pelaku UMKM sehingga stok produk di pasar swalayan tersedia penuh.
“Karena tidak semua UMKM di stand pameran sehingga mereka konsentrasi stok untuk sarasehan. Makanya stok habis hari ini di swalayan, hari ini juga kasih masuk stok. Bahkan produk kita terima sampai jam 8 malam,” jelas dia.
Tidak hanya di Swalayan Tara No Ate, produk yang mengisi stand lokasi acara sarasehan di Hotel Sahid Bela dan UMKM Expo di taman Nukila juga meraup omzet signifikan.
Seperti yang dirasakan oleh pengrajin besi putih, belum sampai sehari sudah meraup omzet hingga Rp 8 juta.
“Yang jelas sebagai UMKM menyampaikan rasa terimakasih atas event di Ternate ini karena memiliki dampak positif terhadap mereka. Ada peningkatan omzet maupun jumlah produksi,” akunya.
Disamping produknya laris manis, lanjut Burhanudin, pelaku UMKM merasa bersyukur karena produknya bisa tersebar dan dengan sendirinya dipromosikan ke berbagai daerah di Indonesia.
“Bahkan kemarin istri Wali Kota Balikpapan sampai puluhan juta dia belanja. Yang banyak dia belanjakan itu yang dia rasa agak unik, kaya sagu, nah itu yang khas daerah kita,” ujar Burhanudin.
Istri Wali Kota Balikpapan ini, katanya ingin mempelajari seperti apa produk dari Maluku Utara, khususnya Ternate.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.