Apalagi, Kota Ternate tidak memiliki potensi alam yang cukup melimpah bila dibandingkan dengan daerah lainnya di Maluku Utara, yang banyak memiliki potensi sumber daya alam seperti tambang.
Ia menyontohkan berbagai potensi budaya bernilai wisata yang bisa dikembangkan di Ternate, di antaranya seperti artefak-artefak bersejarah, tradisi Kesultanan Ternate seperti Kolano Uci Sabea, Kololi Kie, Fere Kie dan masih banyak lagi.
“Itu produk-produk budaya yang bisa dijadikan pengembangan wisata yang menarik, tinggal promosi, iyah kan. Dalam satu tahun ada 4 kali wisata religi di sini,” ujar Sultan.
Sultan pun mengaku mengapresiasi upaya pembangunan yang dibuat oleh Tauhid, beserta tantangan yang dia hadapi selama memimpin Pemerintahan Kota Ternate.
Namun, kedepannya tantangan pembangunan di Kota Ternate, kata Sultan, bukan lagi pada persoalan fisik melainkan pembangunan non fisik. Kalaupun fisik, hanya akan diarahkan pada renovasi berskala kecil.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.