Di depan, keran gol diharapkan lahir dari kaki dan kepala Hari Nur Julianto. Penampilan bersama MUFC adalah ajang pembuktian King Hari jika dirinya masih yang terbaik. Dua gol sudah diciptakan oleh legenda PSIS Semarang ini.

Melihat dua laga sebelumnya, lini pertahanan MUFC butuh pembenahan. Tiga gol yang bersarang ke gawang Redondo kala itu berawal dari koordinasi dan komunikasi yang belum bagus di jantung pertahanan. Antisipasi terhadap set piece lawan juga harus jadi fokus. Choach Imran pasti sudah mengevaluasi kekurangan ini. Begitu juga transisi negatif ke positif yang kadang berjalan lamban karena para gelandang kerap tertinggal untuk naik membantu serangan.

Malut United punya keunggulan dari sisi komposisi pemain. Kuncinya bermain sabar dan kreatif. Sirkulasi passing kunci juga mesti dinaikkan levelnya untuk menekan lawan. Jika bisa lebih awal bikin gol, kendali permainan akan jadi milik Ilham Udin dkk.

Laskar Kie Raha juga akan bermain di kandang sendiri. Meski tak banyak karena dibatasi, tapi kehadiran lima ratusan suporter pekan lalu terasa sangat membantu. Sore ini, jumlah yang sama akan jadi pemain ke 12. Belum lagi doa dan dukungan ratusan ribu pencinta sepakbola di Maluku Utara yang akan menonton langsung laga ini lewat siaran berbayar Vidio.

Karena itu, Kemenangan jadi sesuatu yang harus diperjuangkan secara serius oleh seluruh tim. Menang akan memastikan posisi tiga besar tetap dalam genggaman. Duel dua laskar ini menurut saya akan berlangsung seru. PSIM punya motivasi meneruskan hasil positif dari Serang sedangkan MUFC juga punya tekad yang sama -mengamankan laga kandang dengan poin penuh. Waspada Kebangkitan Laskar Mataram dengan berjuang tanpa kompromi karena sejak dulu, Laskar Kie Raha selalu ditakuti musuh. (*)