Syarif menjelaskan, limbah organik yang bisa menyebabkan ikan mati itu seperti pada parameter Hidrogen Sulfida, Ammonia dan Fosfat. Jika baku mutu air laut pada ketiga parameter ini naik, maka ikan bisa mati mendadak.

 

“Sekarang pertanyaannya apakah limbah tahu mengandung fosfat, limbah tahu itu iyah mengandung. Tetapi sangat sedikit, yang lebih banyak justru dari detergen, hasil cucian, hasil pertanian, pemakaian pupuk, bisa mengalir ke laut juga,” ungkap dia.

 

Dari hasil uji laboratorium itu, Syarif mengaku bahwa dugaan awal pihaknya bahwa kematian ikan disebabkan ledakan plankton adalah keliru.

 

“Di sana tidak terjadi ledakan plankton tetapi parameter ammonia, nitrat dan hidrogen sulfida dan fosfat yang sangat tinggi sekali,” timpal dia.