Ini diperkuat dengan kesaksian seorang ibu dari Desa Pale.

“Banyak dong kandidat datang ke kita pe desa tanya kebutuhan-kebutuhan pribadi pa kita. Tarada yang kasih tahu tentang rencana-rencana agenda kerja dorang ke depan.”

Belum lagi praktik politisasi identitas yang merajalela, termasuk di berbagai desa yang disambanginya.

Mahasiswa bertanya, 5 September 2023. (Istimewa)

“Pilih kitong pe orang. Jangan pilih yang bukan tong pe orang. Bapak/Ibu, di desa ini ada ka tarada yang seperti ini?” tanya laki-laki kelahiran Wayaua, Bacan ini.

Warga kompak menjawab, “Banyak sekali. Itu sudah yang terjadi selama ini.”

Menurut Graal, ini bahaya karena menegasikan mereka yang berkualitas hanya karena (biasanya) perbedaan agama dan suku (identitas).