Tandaseru — Ratusan warga di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menggelar unjuk rasa di depan kantor bupati, Rabu (6/9). Aksi tersebut terkait ketidakpastian pelatikan cakades pemenang pilkades di Desa Sangowo Timur, Loleo Jaya, Cempaka, Ngele-Ngele Kecil, dan Seseli Jaya.

Kelima cakades ini sebelumnya telah memenangkan gugatan sengketa pilkades di PTUN Ambon, Maluku. Aksi itu adalah bentuk kekecewaan terhadap Pj Bupati M Umar Ali dan Kepala DPMD Ahdad Hi Hasan.

Amatan tandaseru.com, ratusan massa aksi saling dorong dengan petugas Satpol PP hingga merobohkan pintu pagar kantor. Massa lalu menerobos masuk ke kantor bupati dan menuju ke ruang DPMD usai Satpol PP gagal mengadang.

Pada pukul 12:30 WIT, pendemo memalang pintu ruang DPMD dan menyuruh pegawai keluar dari ruang kerjanya.

Ketua KNPI Akbar Mangoda dalam orasinya menyampaikan kekecewaan warga atas sikap Pemda Morotai.

“Kenapa ini tidak bisa ditindaklanjuti oleh kekuasaan, ada apa ini? Apakah Pj Bupati harus meminta izin kepada tuannya terkait proses pelantikan lima desa ini?” ujar Akbar mempertanyakan.