Tandaseru — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara Iskandar Idrus, mengaku khawatir saat melihat progres fisik 21 paket proyek multiyears.
“Dugaan saya sangat kuat, bahwa 21 paket multiyears ini akan bermasalah, tanda-tanda bermasalah itu aromanya sangat kuat dari fakta-fakta yang ada,” ujar Iskandar dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Kota Ternate, Sabtu (19/8).
Iskandar menegaskan dalam RDP yang dihadiri Dinas PUPR itu, bahwa permasalahan seperti copy paste dokumen dan permasalahan lainnya di lapangan agar segera ditindaklanjuti untuk diselesaikan.
“Tolong pak kadis, masalah ini secepatnya diselesaikan, karena sebentar lagi penjabat gubernur akan masuk. Jangan sampai penjabat ini malah dari pusat yang sangat menjunjung tinggi profesionalisme. Kami khawatir korbannya malah pak kadis, jika proyek ini bermasalah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dari 21 paket proyek Multiyears itu nilainya cukup fantastis Rp 585 miliar, bahkan jika ditambah dengan pengawasan totalnya mencapai Rp 600 miliar. Untuk itu perlu adanya langkah keseriusan.
“Tugas kita semua menjaga ini, jangan-jangan penjabat gubernur datang Desember, bulan Januari pak kadis diganti hanya karena masalah ini,” katanya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.