“Mohon izin pak gubernur terdapat 3 nama yang pertama Samsuddin Abdul Kadir, Taufik Majid, dan Ansar Husen,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar pemerintah pusat tidak mencampuri urusan karateker gubernur Maluku Utara.
“Alasan kami sederhana, pak gubernur. Bahwa tidak boleh ada pemain transferan, harus murni dari Maluku Utara. Harus prodak lokal, tidak boleh dikirim dari jakarta lagi, nanti kita diobok-obok,” katanya.
“Sudah terlalu banyak hal yang diambil oleh jakarta, masa karateker gubernur dari jakarta lagi, saya rasa cukup,” katanya lagi.
Rapat paripurna akhirnya diambil alih Wakil Ketua DPRD Rahmi Husen.
“Terkait dengan Pj gubernur akan secara resmi disampaikan melalui paripurna DPRD Maluku Utara,” tutupnya.
Sebelumnya, Gubernur AGK mengaku, sudah menyiapkan nama pejabat di internal Pemprov Malut yang akan didorong untuk mengisi jabatan Penjabat Gubernur menggantikan dirinya.
Sosok yang dimaksud AGK adalah Samsuddin Abdul Kadir.
“Kemungkinan ada pejabat eselon I yang akan menjadi Pj Gubernur,” ujar AGK, Senin (24/7).
Politikus PDIP ini yakin, jika Samsuddin mampu menyelesaikan tugas yang ia wariskan. Salah satunya adalah tunggakan utang Pemprov.
“Saya berharap, masalah utang dan dan segala macam bisa diselesaikan,” tandasnya.
Sekadar diketahui, Abdul Gani Kasuba merupakan Gubernur Provinsi Maluku Utara dua periode (2014-2024). Sebelum terpilih sebagai Gubernur, ia pernah menjabat Wakil Gubernur di masa kepemimpinan Gubernur Thaib Armaiyn.
Pada 2004-2009, Abdul Gani terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Keadilan.
AGK bakal mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2023 mendatang.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.