Julius mengatakan, karakter kerja manajemen risiko harus ada komitmen pimpinan, karena manajemen risiko di sebuah organisasi tidak jadi baik apabila komitmen pimpinannya belum terbangun.

“Manajemen risiko ini sangat penting apabila diterapkan. Kenapa seperti itu? Ketika staf atau kepala bagian melakukan manajemen ini, ketika dukungan atau komitmen pimpinan ini rendah kadang menjadi penyebab manajemen risiko ini tidak jalan. Sehingga kegiatan ini sangan penting agar pimpinan OPD menilai mana prioritas yang harus kita lakukan,” terangnya.

“Dari peserta yang hadir dilihat bahwa mereka memiliki antusiasme yang luar biasa, dari camat hingga OPD mereka mengikuti kegiatan sampai selesai untuk meningkatkan kapasitasnya,” sambung Julius.

Sementara Auditor Muda BPKP Perwakilan Malut Rizal Arya Setyawan menambahkan, bimtek ini tujuannya untuk peningkatan SPIP, di mana ini sebagai salah satu pengendalian terkait dengan risiko.

“Jadi memang untuk meningkatkan tata kelola di pemda itu salah satunya perbaikan kualitas dengan manajemen risiko. Untuk jangka panjangnya adalah pencapaian predikat MRI, karena pada tahun lalu Pemda Halbar sudah mencapai MRI level III, jadi tahun ini tetap dilanjutkan dalam rangka untuk tetap dipertahankan atas capai kerja tersebut,” pungkasnya.