Tandaseru — Pemda Halmahera Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) manajemen risiko penguatan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP).

Kegiatan yang dibuka Asisten II Setda Markus Saleky ini melibatkan OPD di lingkup Pemda Halbar, para camat, tim auditor Inspektorat, dihadiri BPKP perwakilan Maluku Utara sebagai narasumber. Bimtek berlangsung di ruang rapat Bappeda, Rabu (2/8).

Markus pada kesempatan itu berharap kegiatan ini bisa menjadi suatu pegangan untuk mencegah risiko dalam SPIP di Kabupaten Halmahera Barat.

Bimtek manajemen risiko penguatan sistem pengendalian intern pemerintah di Halmahera Barat. (Tandaseru/Mardi Hamid)

“Atas nama pimpinan mengucapkan selamat kepada Kaban Bappeda karena memperoleh juara I dalam bidang perencanaan dan mendapatkan reward Rp 100 juta dari pemprov. Semoga dalam penilaian di 2023 ini juga tetap dipertahankan oleh Pemda Halbar,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bappeda Julius Marau usai kegiatan pada tandaseru.com menjelaskan, kapasitas SPIP manajemen risiko indeks (MRI) Halmahera Barat sudah berada di level III. Pencapaian inilah yang patut dipertahankan.

“Karena MRI kita berada di level III kemungkinan terjadinya fraud practice yang merugikan negara itu semakin minim, karena level SPIP-nya itu semakin meningkat itu artinya semakin baik. Level III yang kita capai itu sejak 2021,” tuturnya.