Profesor Padmo hadir kembali di Ternate pada tahun 1995 untuk melakukan operasi bedah saraf pada seorang anak penderita meningoensefalokel posterior (kelainan serupa dengan sebelumnya, tetapi terletak di belakang kepala). Sayangnya, setelah kedua operasi ini, terjadi kekosongan pelayanan bedah saraf di Maluku Utara.

Jejak Berikutnya

Pada pertengahan tahun 2000-an, dr. Achmad Zuhro Ma’ruf, Sp.BS hadir di Maluku Utara untuk memberikan pelayanan bedah saraf. Namun demikian, oleh karena keterbatasan dan ketiadaan fasilitas, khususnya computed tomography scan/CT scan (pemeriksaan radiologi yang mampu menampilkan tengkorak, otak, tulang belakang, dan saraf dengan lebih terperinci), pengabdian beliau harus terhenti.

Pada Januari 2021, tepat di tengah mewabahnya pandemi COVID-19, dimulailah kembali pelayanan bedah saraf di Maluku Utara. Penulis memusatkan pelayanan di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, satu-satunya rumah sakit tipe B dengan fasilitas minimal untuk layanan bedah saraf di provinsi ini. Secara umum, ragam pasien yang dilayani meliputi pasien cedera kepala dan tulang belakang, tumor otak dan tulang belakang, stroke perdarahan, hidrosefalus, mielomeningokel, dan saraf terjepit akibat herniasi nukleus pulposus, dsb.

Kosongnya pelayanan bedah saraf selama lebih dari satu dekade sangat berdampak terhadap keterbatasan instrumen operasi bedah saraf di Ternate, bahkan dapat dikatakan nyaris tidak ada. Seperti halnya tindakan bedah spesialistik lain, instrumen yang dibutuhkan untuk operasi bedah saraf tidak tercakup dalam peralatan dasar bedah di Ternate.

Sebagai bentuk upaya pribadi untuk memastikan pelayanan dapat dilaksanakan sesegera mungkin, penulis membawa sendiri dari Jakarta instrumen seperti bor tangan Hudson untuk membuka tengkorak, shunt passer untuk meloloskan slang ventriculoperitoneal shunt, disektor untuk mengungkit selaput otak, dan sejumlah bahan medis habis pakai seperti slang VP shunt, drainase eksternal, dan mesh titanium untuk menutup celah tengkorak. Di tengah segala keterbatasan, dengan dukungan segenap unsur rumah sakit, pelayanan bedah saraf perlahan-lahan semakin nyata dan membawa kebaikan bagi masyarakat Maluku Utara.

Pada tahun 2021, sebanyak 426 pasien baru telah terlayani, dan 87 pasien telah dioperasi (20,4% dari seluruh pasien yang dilayani). Di tahun yang sama, terlaksana sejumlah operasi bedah saraf perdana di Maluku Utara, antara lain VP shunt pada kasus hidrosefalus anak di bulan April 2021, laminektomi dekompresi dan stabilisasi pada kasus trauma tulang belakang di bulan Mei 2021 (operasi dilakukan bersama dengan Dr. dr. Setyo Widi Nugroho, Sp.BS(K), yang pada waktu ini menjabat sebagai Kepala Departemen Ilmu Bedah Saraf FKUI, dan kraniotomi pengangkatan tumor otak di bulan Juni 2021.