Mantan anggota DPRD tiga periode ini menjelaskan, dalam laporan keuangan daerah 2022 terdapat 7 macam laporan keuangan yaitu, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
- Laporan realisasi anggaran
- Pendapatan daerah anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp 962,927 miliar, realisasinya Rp 877,835 miliar atau 91,23% dari target yang ditetapkan. Kekurangan realisasi pendapatan sebesar Rp 84,412 miliar berasal dari PAD Rp 63,983 miliar, pendapatan dana transfer Rp 15,680 miliar, dikurangi surplus lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 4,748 miliar
- Belanja daerah tahun anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp 1,002 triliun terealisasi Rp 873,577 miliar atau 87,16%. Sisa belanja Rp 128,648 miliar berasal dari belanja operasi Rp 76,534 miliar, belanja modal Rp 51,437 miliar, dan belanja tidak terduga Rp 676,776 juta
- Transfer bantuan keuangan tahun anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp 175 522 miliar terealisasi Rp 174,768 miliar atau 99,90%
- Surplus atau defisit yang merupakan selisih antara pendapatan dan belanja disusun defisit sebesar Rp 215,500 miliar dan dalam pelaksanaan sampai dengan 31 Desember 2022 APBD mengalami defisit sebesar Rp 170,509 miliar
- Pembiayaan merupakan seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau diterima kembali, yang dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus
- Penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2022 ditargetkan Rp 218,500 miliar dan terealisasi Rp 203,022 miliar yang merupakan rincian dari penggunaan Silpa/Sikpa 2022 sebesar minus Rp 2,476 miliar
- Pengeluaran pembiayaan ditargetkan sebesar Rp 3 miliar terealisasi Rp 3 miliar atau 100%. Merupakan penyertaan modal pemda kepada perusahan daerah sebesar Rp 3 miliar
- Pembiayaan netto yang merupakan selisih antara pengeluaran pembiayaan dan penerimaan pembiayaan terealisasi dianggarkan sebesar minus Rp 215,500 miliar dan terealisasi Rp 200,022 miliar
- Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (Silpa/Sikpa) sisa lebih Silpa Pemda Halbar 2022 terealisasi Rp 29,512 miliar yang merupakan selisih kurang antara realisasi defisit sebesar Rp 170,509 miliar dengan realisasi pembiayaan netto sebesar Rp 200,022 miliar.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.