Kesimpulan

Perkembangan teknologi semakin pesat dan cenderung semakin merajalela di seluru aspek kehidupan saat ini, maka remaja tidak akan bisa terhindari dari tantangan dan ancaman era digitalisasi. Remaja harus diberikan penguatan positif agar tetap heppy menjalani segala perubahan dan perkembangan yang terjadi pada era digitalisasi dengan hati riang gembira, berlandaskan pada etika dan moral yang baik. Jika hal itu dapat dilakukan oleh stiap remaja, maka dapat dipastikan kesehatan mentalnya akan terjaga secara postif terhadap dampak pembelajaran berbasis digital. Adapun remaja yang sering merasa malu, minder, dan tidak percaya diri karena tidak memiliki akses media digital dalam pembelajaran akan berdampak buruk pada status kesehatann mentalnya. Demkian juga bagi yang memiliki perangkat digitalisasi dalam akses pembelajara, cenderung malas berbuat dan menimbulkan rasa sombong pada dirinya, dimana hal itu tidak baik dalam perkembanan mentalitas. Dengan demikian, diperlukan upaya penguatan kesehatan mental remaja dalam pembelajaran di era digital, berupa bimbingan teknik pemberian motivasi, teknik hukuman, dan teknik batiniah, dan teknik pendekatan hikmah. (*)