Sementara, Ketua TP PKK Halmahera Barat Meri Popala menyatakan, setelah kegiatan ini pihaknya berharap agar masyarakat bisa mendapatkan imbas karena stakeholders yang berada di kecamatan dan desa begitu antusias. Mereka juga bersedia dan berkomitmen mengimplementasikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Saya berharap setelah kegiatan ini mereka juga lebih giat lagi dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat yang menjadi sasaran berisiko stunting yang ada di desa masing-masing,” tandas istri bupati itu.

Satgas stunting Provinsi Malut Yusman Djabir menyebutkan, pelaksanaan kegiatan rembuk stunting di Halbar ini malui dari zona 1, 2, 3 dan 4 sudah dinyatakan berakhir.

“Alhamdulillah hari ini sudah berakhir dan selaku satgas stunting provinsi Malut di setiap kegiatan yang kami ikuti kami memastikan bahwa kegiatan rembuk stunting benar-benar terlaksanakan sesuai dengan harapan kami dari BKKBN Malut,” tuturnya.

Dia berharap, dengan percepatan penurunan stunting di Halmahera Barat bisa berangsur dan sesuai dengan harapan bersama yakni penurunan prevalensi angka stunting bisa kami capai di tahun 2023 ini.

“Apa yang menjadi hasil atau tindak lanjut dari rembuk stunting yang sudah dilaksanakan ini kami akan evaluasi lagi di tingkat kabupaten,” tambah dia.