Djufri bilang, sebagaimana diketahui 1.000 hari pertama kehidupan anak sangat sensitif. Makanya, sangat penting dibutuhkan perhatian khusus untuk pemenuhan gizi anak.
Rembuk stunting yang dilaksanakan hari ini, kata dia, merupakan langka penting untuk rencana kegiatan penurunan stunting.
Harapannya, organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah desa dapat menyepakati komitmen intervensi dan integrasi penurunan stunting.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Halmahera Barat Julius Marau mengatakan, melalui rembuk stunting tingkat kecamatan ini pihaknya mendapat banyak masukan dari stakeholder terkait yang selama ini turut serta menangani masalah stunting.
“Di antaranya pihak kecamatan, puskesmas, koramil dan polsek, kemudian dari masukan itu mana yang harus dikerja-samakan, misalnya di TNI punya program nanti dilihat mana yang diprogramkan,” jelas dia.
Melalui kegiatan ini, pihaknya pun dapat mengetahui persoalan-persoalan stunting. Sehingga, ada langkah yang dapat dilaksanakan jika adanya sinergitas sejumlah pihak terkait.
“Maka hari ini kita rembuk untuk berkerjasama bisa melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk kedepan bisa menurunkan angka stunting 14 persen,” kata dia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.