Wahda juga mengaku heran dengan tingkah sejumlah pejabat di internal Pemprov Malut yang bersikap layaknya Gubernur.

“Kepala Keuangan seperti gubernur, Sekprov juga gubernur, kita memiliki kurang lebih ada empat gubernur di Maluku Utara,” ungkapnya lagi.

Untuk itu, kata Wahda, tata kelola pemerintahan akan kembali membaik jika sudah ada pergantian gubernur baru.

“Tunggu saja sampai kepemimpinan beliau ini selesai baru akan tumbuh gubernur baru yang cerdas,” tandasnya.

Usai pernyataan tersebut dilontarkan, Gubernur AGK akhirnya memilih duduk diam dan menolak membacakan pidatonya.

“Mohon maaf karena pak gubernur sedang kurang baik kesehatannya, maka sambutan akan dibacakan oleh sekretaris daerah,” ungkap Ketua DPRD Kuntu Daud saat memimpin jalannya rapat paripurna tersebut.