“Saya berharap akhir tahun ini kita bisa finalkan negosiasi dengan investor baru ini, sehingga kami mulai bisa bangun mungkin tahun depan. Awal tahun ya,” ujar Roy seperti dilansir detik.com, Rabu (28/6).
Ia menambahkan, NCKL akan mengembangkan hilirisasi dari saprolit menjadi feronikel, lalu menjadi stainless steel. Ia bilang sedang dalam pembicaraan dengan investor dan pemain besar di Industri ini.
“Saya berharap dan tolong didoakan agar diskusi kami dengan salah satu pemain besar stainless steel di dunia ini berhasil kami tuntaskan diskusinya, dan berharap kami umumkan sebelum akhir tahun ini,” ungkapnya.
Rencananya, kapasitas produksi diperkirakan mencapai 2-3 juta ton per tahun. Roy menyebut potensi investornya bukan dari China.
Pada kesempatan itu, Roy mengatakan pihaknya membuka opsi untuk ekspor nikel sulfat ke luar China. Namun saat ini, China masih menjadi pembuat baterai terbesar di dunia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.