Semenjak Wali Kota Syamsir Andili, Pemkot Ternate sangat welcome terhadap siapa saja yang mau bekerja dan berusaha di Ternate. Dengan tagline Ternate untuk semua, Pemkot terus berupaya mengembangkan infrastruktur termasuk penataan pasar. Upaya tersebut menunjukkan keberhasilan dengan indikator Kota Ternate memiliki sejumlah fasilitas maupun utilitas bisnis dan perdagangan yang memadai dan reperesntatif.

Data BPPRD Kota Ternate tahun 2020 menunjukkan jumlah Pasar di Ternate dengan beberapa klasifikasi dan tipe berjumlah 26 buah, tersebar di Ternate Utara, Tengah, Selatan termasuk Pulau Ternate dengan jumlah kios 1.153 buah. Dari jumlah tersebut 80 persen berada di Ternate Tengah, yang lebih dikenal sebagai kawasan Zona Ekonomi Terpadu. Kondisi ini berakibat terjadinya konsentrasi pembeli maupun pedagang baik lokal maupun dari luar Ternate.

Menumpuknya pembeli dan penjual dalam satu kawasan memang dapat meningkatkan pergerakan roda perekonomian tapi di sisi lain justru menimbulkan masalah baru. Pasar menjadi semrawut, pedagang tidak tertib, sesama pedagang saling berebut “lahan”, pungutan liar merajalela bahkan premanisme tumbuh subur termasuk perubahan alih fungsi bangunan maupun lahan dan sebagainya menunjukkan pasar kita masih dililit masalah klasik. Pasar belum dikelola dengan pendekatan manajemen modern dan profesional.

Kondisi di atas apabila dibiarkan maka tidak saja memperburuk citra institusi pengelola pasar tapi juga merusak reputasi Wali Kota Ternate. Langkah memperbaiki manajemen pengelolaan pasar paling tidak harus dimulai dengan beberapa skenario antara lain:

Pertama, mengubah mental dan budaya kerja. Paradigma raja-raja kecil dalam birokrasi harus diubah menjadi pelayan masyarakat. Langkah preventif maupun represif mengobati Patologi birokrasi yang berkaitan dengan mental dan perilaku ASN seperti menerima sogok, gratifikasi, ekstrosi dan sebagainya harus dituntaskan. Dengan begitu akan terbentuk karakter SDM bermental pelayan, bukan pedagang. Pasar bagi ASN adalah tempat mengabdi dan melayani, bukan mencari keuntungan.