Sementara itu, inventor alat tungku pembakaran sampah, Sofyan Nata, mengatakan tungku pembakaran sampah ini baru pertama di Maluku Utara. Program ini juga atas inisiasi Kapolda dengan tujuan mengatasi sampah rumah tangga yang akan diolah dengan cara dibakar.
“Dari situ dicoba dengan membuat alat tungku untuk bisa mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kota Ternate. Kalau kami lihat tiap hari sampah dibuang di TPA lama-lama jelas akan tumpuk, jadi kami buat alat ini untuk mudah sampah bisa dibakar,” terangnya.
Cara ini, lanjut Sofyan, sampah yang dibakar akan bisa mengurangi penanganan sampah di Ternate. Sebab alat ini dalam sehari bisa membakar 1 truk sampah dengan besaran 6 kubik lebih.
“Dari situ hasilnya jadi abu. Apapun sampahnya akan dibakar hingga jadi abu, namun yang tidak bisa dibakar itu sampah kaleng. Setelah jadi abu dari sampah-sampah yang sudah dibakar kemudian akan diolah lagi dengan cara dikumpul dan akan dibuat pupuk dan disiram lagi ke tanaman. Semoga dengan adanya program ini bisa membantu penanganan sampah di Ternate,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.