Keenam, Hendrar Prihadi yang saat ini menjabat Kepala LKPP tepat digeser menjadi Mensos. Pengalaman sebagai Wali Kota Semarang dua periode menjadi bekalnya menjadi Mensos.

“Beliau mampu memimpin transformasi kota Semarang, dari ibukota provinsi paling tertinggal menjadi kota maju. Kemampuan Hendrar Prihadi memimpin konsolidasi pemerintah kota Semarang dengan seluruh warganya untuk bangkit bersama menjadi kota maju, menjadi bekalnya untuk memimpin Kemensos,” sambung Sutrisno.

Ketujuh, Andika Perkasa, mantan Panglima TNI, tepat menggantikan posisi Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Penempatan itu sekaligus memastikan seluruh mantan Panglima TNI di masa kepemimpinan Presiden Jokowi tetap dilibatkan dalam pemerintahan.

KSP sebagai lembaga yang memiliki tugas menyelenggarakan pemberian dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program- program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis tepat dipimpin Andika Perkasa.

“Kongres Rakyat Nasional sebagai rekan juang politik Jokowi sejak 2014 hingga akhir kepemimpinan Presiden Jokowi 2024 memberi masukan atas sejumlah nama tersebut. Kornas sepenuhnya meyakini bahwa Presiden Jokowi akan mengambil keputusan yang tepat untuk kebaikan dan kemajuan Indonesia,” tandas Sutrisno.