“Tentu buku kedua ini akan menjadi konduktor bagi anak muda. Dan setidaknya bisa menjadi referensi dalam mengetahui perilaku pemuda di Provinsi Maluku Utara,” jelasnya.

“Sebab ada tiga bagian dalam buku Etalase Pemuda dan Literasi, yaitu bagian pertama membahas tentang perilaku anak muda, kisah di kos-kosan, pentingnya berorganisasi, tantangan saat kuliah cinta dan ekonomi, aktivis jalanan, pemuda dalam tarikan politik,” sambung Arafik.

Di bagian kedua membahas tentang pentingnya literasi, napak tilas literasi dan kualitas perpustakaan di Provinsi Maluku Utara.

“Sementara di bagian ketiga membahas tentang motivasi dan teknik menulis dengan cepat. Yang semuanya adalah semata-mata untuk mendidik dan membangun budaya literasi di Maluku Utara,” tandasnya.