Untuk berpijak pada Al Qur’an dan Hadist, lanjut Salim, umat Islam wajib memperbaiki kualitas pribadi umatnya secara menyeluruh. Kunci perbaikan kualitas menuju sumber daya insani yang tangguh, tanggap dan berakhlakul karimah hanyalah jika Al Qur’an dan Hadist dibaca, dipahami maknanya dan diamalkan.
“Jadi, melalui penyelenggaraan seleksi tilawatil qur’an tingkat Kabupaten Pulau Taliabu ini kita berikhtiar agar Al Qur’an senantiasa diakrabi, dipelajari, dipahami dan diamalkan. Agar tumbuh minat yang tinggi untuk mendalami Al Qur’an sebagai pedoman hidup kita, maka syiar Islam ditempuh diantaranya melalui bidang seni, salah satunya melalui seleksi tilawatil qur’an ini,” ujarnya.
“Motifasi yang mendasari kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an menjadikannya sebagai serta pedoman hidup adalah karena dorongan iman dan niat yang tulus yang bermuara pada kerinduan meraih ridha Ilahi, dorongan iman ini dapat diartikan sebagai puncak kecerdasan spritual,” tambahnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan, bahwa dengan insan yang memiliki kecerdasan spritual maka akan terpantul semangat lahir dan batin dalam beribadah untuk meraih surga sebagai puncak kebahagiaan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.