“Saya lihat wajahnya sudah mulai hitam dan tangannya pucat serta perutnya sudah tidak lagi seperti orang bernapas, makanya langsung panggil teman-teman,” katanya.

“Dia (tukang jahit) bersebelahan dengan saya,” sambung Marhubin.

Tempat korban menghembuskan napas terakhir merupakan tempat istirahat setelah korban melaksanakan aktivitas.

“Di situ memang tempat istirahat, kalau dia capek pasti istirahat di situ,” jelasnya.

Disentil apakah ada keluhan sebelum meninggal, menurutnya korban memang ada penyakit tetapi tidak tahu penyakit pastinya.

“Dia sakit, tapi sakitnya jalan-jalan saja dan kalau penyakit bawaan kita tidak tahu pasti,” terangnya.