Bagi Rio, mengemban tugas di Halmahera Timur tentu memiliki sejumlah tantangan yang luar biasa. Beberapa tantangan itu misalnya, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), cakupan medan tugas yang begitu luas jarak tempuhnya hingga masalah jaringan telekomunikasi.
“Dalam kondisi serba digital ini kan kita juga dibenturkan dengan kondisi telekomunikasi di sana yang masih belum layak itu salah satu tantangan kami ke depan,” ujarnya.
Disamping itu, meski telah definitif sebagai BPN di Kabupaten Halmahera Timur, bangunan kantor yang kini ditempati masih aset milik Pemda Halmahera Timur yang dipinjam-pakaikan.
Untuk itu di masa kepemimpinannya ini, Rio mengaku akan berupaya agar BPN bisa memiliki kantor sendiri di Halmahera Timur.
“Untuk target kerja tetap kami upayakan selesai di tahun berjalan,” imbuhnya.
Ditanya soal sertifikasi lahan milik perusahaan tambang yang begitu banyak di Halmahera Timur, Rio menambahkan, pihaknya akan siap memberi support dan bantuan sesuai tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) terhadap para investor ini.
“Sesuai tupoksi kami yaitu sertifikasi tanah ketika memang perusahaan pertambangan untuk bisa disertifikatkan terkait aset bidang tanahnya kami akan bantu sebaik mungkin untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Halmahera Timur, sesuai peraturan dan perundang-undangan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.