Ia menambahkan, gaji Juni 2022 yang belum terbayar lantaran saat itu anggaran desa nihil.
“Gaji staf itu bervariasi. Ada yang kaur Rp 2 juta, kemudian ada Rp 700 ribu. Jadi apa yang disampaikan 9 bulan itu tidak benar, saya membantah itu,” paparnya.
Valentino bilang, tunggakan gaji sebulan pada 2022 akan dibijaki di tahun 2023 ini.
“Meski itu tidak sepenuhnya saya bayarkan, tapi itu saya tetap bayarkan,” janjinya.
Ia berharap hal yang tidak diinginkan di desa tidak terulang lagi, seperti para mantan staf yang menggeruduk kantor desa kemarin.
“Saya imbau setiap masyarakat yang belum tahu prosedur berpemerintah itu jangan ikut campur. Kalau oknum-oknum yang tidak sependapat dengan saya, datang saja ke kantor desa untuk menyelesaikan masalah,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.